Mengenal Kampus Pak Habibie di Jerman

Tim Gud Lak ID
Posted By Tim Gud Lak ID
05 Apr 2015
Mengenal Kampus Pak Habibie di Jerman

Sumber: http://statik.tempo.co/data/2013/02/01/id_165077/165077_620.jpg

Tidak diragukan lagi bahwa Jerman merupakan salah satu negara yang menyediakan pendidikan teknik terbaik di dunia. Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J Habibie, pernah menimba ilmu di Jerman.

Universitas Teknologi Rhein Westfalen Aachen atau lebih dikenal dengan singkatan RWTH Aachen adalah tempat menampung kejeniusan seorang B.J Habibie. Kampus yang di dirikan tahun 1870 merupakan salah universitas terbaik di Jerman.

Terletak di kota Aachen, kampus ini didaulat sebagai kampus yang mengembakan teknologi ke depan dalam riset maupun aplikasi untuk dunia industri di Jerman. Kota kecil ini berbatasan langsung dengan Belanda dan Belgia. Kota Aachen memang tidak setenar kota Berlin, Muenchen atau Köln. Namun, hadirnya RWTH Aachen sebagai kampus terbaik di Jerman membuatnya berbeda.

Universitas RWTH Aanchen, TU Muenchen, dan FU Berlin adalah universitas tiga besar untuk ilmu-ilmu teknik di Jerman. Menurut data dari Wikipedia, terdapat 28.000 mahasiswa sarjana dan 2.400 mahasiswa pascasarjana di Aachen.

Pada tahun 1955, B.J. Habibie memulai pendidikan dari S1 hingga S3 di Aachen, Jerman, selama 10 tahun. Habibie menggeluti bidang desain dan konstruksi pesawat di Fakultas Teknik RWTH Aachen. Selama kuliah Habibie membayar pribadi, tidak mendapat beasiswa seperti kebanyakan orang.

Selama lima tahun Habibie berhasil memperoleh gelar Diplom-Ingenenieur atau diploma teknik (setara S2) dengan predikat Summa Cum Laude. Setelah menikahi Hasri Ainun Habibie, ia melanjutkan sekolah doktorial di bidang yang sama dan membiayai sendiri dengan bekerja. Pada tahun 1965, gelar Doktor Ingenieur berhasil diraih dengan predikat Summa Cum Laude.

Di RWTH Aachen, kejeniusan seorang Habibie terbukti dengan puluhan paten hingga teori-teori sains dalam konstruksi pesawat terbang. Habibie Factor, Habibie Theorem, dan Habibie Method dialah putra terbaik Indonesia, yang mengharumkan negeri melalui RWTH Aachen hingga ke dunia.

Jerman masih menerapkan pembebasan biaya uang kuliah pada jurusan dan universitas tertentu. Artinya, seorang mahasiswa hanya akan membiayai kehidupan selama di Jerman.

Kuliah di Aachen tidak semuanya bebas biaya. Pada tahun 2011 seorang mahasiswa harus mengeluarkan dana 500 euro per semester. Jerman memperbolehkan mahasiswanya untuk bekerja part time, upah diberikan per-jam dan sangat membantu untuk biaya hidup.

Para mahasiswa yang memutuskan untuk bekerja, harus menerima konsekuensi ketika kuliahnya seakan menjadi terganggu dan kelelahan. Karena kuliah sambil kerja berbeda kondisi dengan di Indonesia, terlebih di Jerman. Sistem pendidikan yang tersedia juga sangat ketat, ketika terpecah maka studienkolleg (kelulusan bersyarat) akan menaruh nama mahasiswa yang tidak bisa mengikuti.

Beasiswa

Siapa yang tidak bahagia bisa satu almamater dengan Pak Habibie ketika di Jerman? Soal biaya, jangan khawatir akan biaya yang mahal. Berbagai beasiswa telah disediakan, seperti beasiswa DAAD atau Deutscher Akademischer Austausch Dienst. Lembaga ini setiap tahunnya rutin menyeleksi putra putri terbaik untuk dikirim ke Jerman dengan beasiswa.

Beasiswa yang sulit juga tidak menjadi halangan untuk para pejuang di Indonesia melangkahkan kaki di Jerman. Program Au Pair misalnya. Dalam program Au Pair, kamu bisa berangkat ke Jerman sambil bekerja. Atau menggunakan ilmu nekat, tetapi juga dengan perhitungan. Tidak ada yang tidak mungkin selama memiliki kemauan yang dibalut dengan kerja keras.

Kuliah di RWTH Aanchen adalah impian pelajar di dunia sains untuk menimba ilmu di kota indah Aachen. Maka jangan menunggu terlalu lama, taklukkan impian kamu dengan mencoba dan mempersiapkan segala kebutuhan dan prasyarat untuk mendaftar ya.

Gud Lak Kids!