ALSA Local Chapter UNAIR telah mengadakan acara ALSA CARE & Legal Coaching Clinic (CLCC) 2017 yang bertemakan, “There is no justice Withou

Tim Gud Lak ID
Posted By Tim Gud Lak ID
02 Jan 2018
ALSA Local Chapter UNAIR telah mengadakan acara ALSA CARE & Legal Coaching Clinic (CLCC) 2017 yang bertemakan, “There is no justice Withou

ALSA Local Chapter UNAIR telah mengadakan acara ALSA CARE & Legal Coaching Clinic (CLCC) 2017 yang bertemakan, “There is no justice Without us being Notice” Acara ini diadakan pada tanggal 4-5 November  2017.Tujuan dari acara ini adalah untuk mengedukasi jurist muda Airlangga khususnya dan masyarakatpada umumnya agar dapat membekali dirinya dengan peraturan-peraturan terkait mengenai hak-hak masyarakat disabilitas, serta mewujudkan rasa keperdulian dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai calon jurist professional yang beretika tinggi.

   Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk  menyediakan bibit-bibit volunteer untuk kegiatan BK3S serta kegiatan sosial serupa dimasa yang akan datang dan juga kegiatan ini ingin lebih mengenalkan ALSA serta Universitas Airlangga kepada masyarakat umum agar masyarakat umum lebih mengenal ALSA dan Universitas Airlangga sebagai tunas bangsa yang perduli akan perkembangan masyarakat serta mampu mengabdi bagi kemajuan bangsa.

Rangkaian acara ALSA CLCC ini diadakan selama 2 hari, yang mana pada hari pertama 4 November 2017 dilakukan Seminar Umum yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai Universitas di Surabaya dan diadakan dengan tema besar “Make A Move, Make A Difference”. Seminar ini dilaksanakan dalam bentuk talkshow dan bertujuan untuk memperkenalkan hak-hak masyarakat disabilitas yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan di Indonesia serta implementasinya yang telah ada saat ini.

Seminar Umum ini diisi oleh 3 pembicara, pembicara pertama yaitu Bu Jany Purwanty, yang juga merupakan founding mother ALSA LC UNAIR, yang membahas tentang hak – hak masyarakat disabilitas dan rencana UNAIR untuk menjadi kampus inklusi. Pembicara kedua, Bu Arina Hayati sebagai dosen dan penyandang disabilitas yang menerangkan tentang fasilitas penyandang disabilitas yang diperlukan dan yang sudah tersedia pada saat ini juga apa yang beliau alami sebagai penyandang disabilitas. Pembicara ketiga adalah Mufti Lazuardi, seorang interpreter dan penggiat sosial kaum tuna rungu beserta 3 kaum tuna rungu (pak ika irawan, pak willy sidharta, dan mas adin dari TIBA (Tim Bisindo dan Aksesibilitas)) yang menerangkan perjuangan mereka sebagai penggiat sosial dan masyarakat

Pada hari kedua yaitu pada hari Minggu, 5 November 2017, rangkaian acara ini dilanjutkan dengan mengundang Mufti Lazuardi sebagai  interpreter kaum tuli dan Tim BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) Surabaya. Acara dimulai dengan presentasi dari Mufti Lazuardi tentang bagaimana kaum tuli menjalankan hidupnya dan prestasi – prestasi yang telah dicapai sebagai pembuktian bahwa kaum tuli tidak perlu dikasihani, namun mereka hanya perlu dimengerti dengan saling berkomunikasi. Oleh karena itu, dalam acara ini diadakan kelas bahasa isyarat yang bertujuan untuk mewujudkan hal tersebut. Kelas bahasa isyarat dimulai selama dua setengah jam dan dilanjutkan dengan games dan makan Bersama. Rangkaian ALSA CLCC ini ditutup dengan berbagai performance dari Tim BISINDO Surabaya dan pemberian alat bantu pendengaran dan dana bantuan dari pihak panitia ALSA Care kepada Tim Bisindo sebagai perwakilan masyarakat tuli yang hadir dalam acara ini.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari segenap ALSA Local Chapter UNAIR, Badan Esekutif Mahasiswa FH UNAIR, Tim Bisindo Surabaya dan BK3S.

Berikut foto kemeriahan acara tersebut: