Listen, Understand, and Protect Dyslexia Bersama ALSA LC Unsyiah

Tim Gud Lak ID
Posted By Tim Gud Lak ID
02 Jan 2018
Listen, Understand, and Protect Dyslexia Bersama ALSA LC Unsyiah

ALSA Care and Legal Coaching Clinic 2017 telah diselenggarakan dengan lancar oleh ALSA LC Unsyiah pada tanggal 9 dan 10 Desember 2017. Dengan Tema Umum “Care for Diffabillities”, ALSA LC Unsyiah secara spesifik menarik tema “Listen, Understand, and Protect Dyslexia”.

            Kata Disleksia masih sangat asing terdengar di telinga orang-orang kota Banda Aceh. Maka dari itu, kami telah mengadakan advokasi pada tanggal 9 Desember 2017 dengan dilaksanakannya Focus Group Discussion di Aula Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala. Tujuannya adalah agar orang tua, guru, dosen, mahasiswa, bahkan masyarakat secara umum  mengetahui lebih dalam lagi mengenai apa itu disleksi, seberapa pentingnya peran orang tua, gur, dan masyarakat dalam menangani anak penyandang disleksia, bahkan cara menangani masalah pembelajaran yang dialami oleh anak-anak penyandang disleksia.

ALSA LC Unsyiah mendatangkan dua orang pemateri, Ibu Ida Keumala Jeumpa, S.H., M.Hum., selaku akademisi Fakultas Hukum Unsyiah, dan Dr. Munadya, Sp. KFR., selaku kepala Asosiasi Disleksia Indonesia (ADI) Cabang Aceh. Kedua pemateri tersebut menyampaikan banyak sekali informasi yang menarik mengenai disleksia, bahkan menceritakan pengalaman masing-masing dalam menangani penyandang disleksia.

Pada sore harinya, kami juga telah menjalankan advokasi aksi yang berupa advokasi di dalam transportasi umum, Transkutaraja, menyebar brosur dan menyerukan tentang disleksia secara umum. Advokasi ini mendapatkan respons positif dari masyarakat, dimana beberapa dari mereka mengajak kami berdiskusi mengenai disleksia di dalam transportasi umum tersebut.

Advokasi juga dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2017, yang bertempat di Lapangan Gelanggang Mahasiswa Unsyiah. Kami mengundang adik-adik dari SD IT Nurul Islah dan anak-anak dari masyarakat umum, juga orang tua mereka, untuk mengikuti rangkaian acara kami. Telah diadakannya senam pagi, sarapan, dan lomba mewarnai untuk siswa-siswa SD IT Nurul Islah Banda Aceh dan anak-anak lainnya. Lomba mewarnai ini dibuat dengan tujuan menunjukkan bakat non akademik yang dimiliki oleh anak-anak pada umumnya dan bahwa para penyandang disleksia memiliki kelebihan di bidang seni.

Selagi anak-anak tersebut mengikuti lomba mewarnai, para orang tua mengikuti “Screening Test” yang bertujuan untuk mengetahu apakah anak-anak dari para orang tua tersebut memiliki kebutuhan khusus dalam belajar, atau disleksia. Acara pada hari kedua ditutup dengan pelepasan balon.

Berikut foto dokumentasi dari acara tersebut: