Cerdas Menggunakan Media Sosial Bisa Mendatangkan Penghasilan

Riswanto
Posted By Riswanto
10 Sep 2017
Cerdas Menggunakan Media Sosial Bisa Mendatangkan Penghasilan

Foto: CreativeON

 

Di era digital seperti sekarang, media sosial merupakan hal yang sudah pasti dimiliki masyarakat. Kemudahan yang diberikan dengan beragamnya layanan yang ditawarkan membuat masyarakat semakin tertarik untuk membuat akun daring. Selain itu praktis, murah, dan terjangkau menjadi sebab lain mengapa media sosial semakin digemari.

 

Di media sosial seseorang bisa dengan mudah menjalin pertemanan bahkan dengan orang yang tidak dikenal sama sekali. Seseorang juga bisa dengan bebas mengemukakan pendapatnya karena media sosial bukanlah forum sempit dengan aturan yang jelas.

 

Sayangnya, kebebasan berpendapat di forum tersebut sering disalahartikan oleh golongan pengguna yang kurang bijak. Kita mungkin sudah pernah mendengar akibat kekurangbijakan tersebut melalui kasus-kasus ujaran kebencian, cyber crime, dan lain sebagaimana yang tiap tahun semakin marak.

 

Di sisi lain, pesatnya penggunaan media sosial juga dibarengi dengan meningkatnya daya kreativitas penggunanya. Golongan-golongan ini biasanya menjadikan media sosial sebagai wadah untuk menampung ide-ide kreatif yang sesuai dengan minat. Tidak jarang golongan pengguna kreatif tersebut mendapatkan income yang tidak sedikit berkat ide-ide kreatif yang disebarkan di media sosial.

 

Selain wadah untuk menampung ide keatif penggunanya, media sosial juga bisa dijadikan wadah untuk mereka yang memiliki passion di bidang kewirausahaan. Mereka memanfaatkan media sosial yang gratis dan keterjangkauannya yang luas untuk mempromosikan produk atau jasa.

 

Jika kamu pengguna yang belum memaksimalkan media sosial, ada baiknya kamu mulai cerdas menggunakan platform media sosialmu. Sebagai contoh, jenis akun berikut mungkin akan membantumu untuk memulai langkah.

 

Media Sosial Lingkup Domestik

 

Dikatakan domestik karena media sosial ini menyorot hal-hal menarik di suatu wilayah tertentu. Kamu mungkin pernah mengikuti akun-akun yang mengulas tempat wisata seperti Trip Indonesia Timur dan Explore Bandung Barat, atau akun media informasi sejenis lainnya.

 

Karena lingkupnya domestik, itu artinya akunmu menjadi representasi kekhasan daerahmu. Artinya lagi, akunmu bisa dipertimbangkan oleh pihak luar yang ingin memanfaatkannya sebagai media promosi, dalam kata lain endorsement.

 

Tapi jika kamu mahasiswa dan tidak punya banyak waktu untuk menyorot kekhasan daerah, kamu bisa meniru Tri Apriansyah, mahasiswa FIB Unpad yang membuat akun official komunikasi antar mahasiswa dengan subjek anonim bernama Pesan Anak Unpad.

 

Meski terdengar main-main, sampai sekarang akun ini diikuti oleh lebih dari 20 ribu pengguna Line. Pesan Anak Unpad juga kerap bekerja sama dengan acara-acara kampus sebagai media partner dan media promosi oleh pengusaha sekitar kampus. Dari main-main, kamu bisa mendapatkan income yang bukan main-main.

 

Media Sosial yang Mengekspos Hobi, Bakat, dan Minat Seseorang

 

Untuk yang satu ini sepertinya kamu bisa langsung mengaplikasikannya di akun pribadimu. Banyak lho akun pribadi yang menekspos bakat penggunanya. Contohnya akun Instagram milik Bambang Nurdiansyah, @bemb_beng.

 

Karya seniman muda asal Yogyakarta ini tengah mencuri perhatian publik. Bambang kerap mem­posting karya lukisnya di Instagram dan karena kekhasannya, kini ia sering ditawari untuk menggambar cover buku oleh beberapa penerbit di Indonesia.

 

Kamu bisa mulai dengan menyeriuskan hobi, minat, dan bakat dan menunjukkannya di akun pribadimu. Selain mengasah keterampilan, juga bisa dapat uang, kan?

 

Media Sosial untuk Berdagang

 

Jika tadi dikhususkan pada hobi, minat, dan bakat yang bisa mendatangkan uang, akun jenis ini memang dipergunakan untuk menambah penghasilan. Toko online adalah istilah umum untuk akun media sosial untuk berdagang.

 

Pesatnya informasi dan komunikasi bisa kamu manfaatkan untuk mengenalkan produkmu kepada masyarakat luas. Dengan mempromosikan produk atau jasa lewat media sosial, akan membuat biaya pemasaran relatif lebih murah.

 

Perkembangan teknologi telah merubah sebagian aktivitas menjadi lebih ringan. Berbelanja adalah salah satunya. Pembeli tidak usah pergi ke toko konvensional untuk mencari barang yang dimaksud. Mereka hanya perlu menyalakan gadget dan semua barang yang dicari bisa ditemukan dengan cepat.