Lakukan Penyegaran Playlist dengan Karya Musisi Folk Indonesia!

Riswanto
Posted By Riswanto
06 Sep 2017
Lakukan Penyegaran Playlist dengan Karya Musisi Folk Indonesia!

Foto: YouTube.

 

Akhir-akhir ini musik folk mulai dilirik sebagai alternatif. Folk yang sebelumnya tenggelam oleh genre lain seperti pop dan rock, ternyata menciptakan pasar tersendiri di belantika musik tanah air. Perkembangan positif ini bisa dilihat dari musik folk yang mulai didengarkan oleh banyak kalangan, tidak hanya golongan kecil penikmat folk saja. Selain itu, banyaknya musisi-musisi folk yang menghasilkan karya berkualitas menjadi tanda bahwa genre ini tidak kalah komersil dari genre lain. Pelan tapi pasti, folk mulai menampakan dirinya ke permukaan.

 

Beberapa musisi tampil dan berhasil mengukuhkan dirinya sebagai musisi folk. Meskipun pendengarnya tidak mengalami kenaikan yang sangat signifikan, namun mereka tetap menciptakan karya yang bagus dan pastinya worth it untuk masuk playlist. Siapa saja mereka? Berikut adalah musisi dengan karya berkualitas yang wajib kamu dengarkan untuk penyegaran playlist.

 
1. Oscar Lolang

 

Foto: Surnalisme.com.

 

Oscar Lolang adalah musisi muda yang mengusung genre folk. Karya pertamanya yang berjudul “Eastern Man” berhasil menyita perhatian penikmat musik folk di Indonesia. Mahasiswa antropologi Unpad ini menyukai Bob Dylan dan Nick Drake. Ini dibuktikan dengan gaya bermusik Oscar yang kurang lebih dipengaruhi oleh gaya bermusik dua musisi tersebut. Sampai saat ini Oscar telah merilis 4 single, Kids: “Eastern Man”, “Little Sunny Girl”, “Clouds of Jakarta”, dan “The Way She Does Things.”

 
2. Dialog Dini Hari

 

Foto: Mavemagz.com.

 

Nama Dialog Dini Hari sepertinya sudah banyak dikenal di dunia musik folk Indonesia. Band yang terbentuk di Bali ini awalnya diilhami dari kebiasaan personelnya “berdialog” sampai larut malam. Dialog-dialog tersebut mereka sampaikan dalam bentuk musik. Musik folk yang dibawakan band ini sangatlah sederhana. Alunan musik kalem diiringi suara vokal bariton cocok banget untuk diputar di waktu santai, Kids. Sampai sekarang Dialog Dini Hari telah menelurkan 4 album: Tentang Rumahku, Beranda Taman Hati, Lengkung Langit, Dialog Dini Hari.

 
3. Banda Neira

 

Foto: CNN Indonesia.

 

Setelah berkarya selama empat tahun, band beranggotakan Rara Sekar dan Ananda Badudu memutuskan untuk bubar pada Desember tahun lalu. Keputusan ini sangat disesalkan oleh para penikmat musik folk di Indonesia. Lirik yang puitis diiringi petikan gitar akustik menjadi salah satu alasan mengapa Banda Neira memiliki pendengar yang sangat banyak. Selama berkarir Banda Neira telah merilis dua album yang masing-masing berjudul Yang Patah Tumbuh, yang Hilang Berganti dan  Berjalan Lebih Jauh.

 
4. Danilla

 

Foto: Flickr.

 

Wanita bernama lengkap Danilla Riyadi ini mulai dilirik sebagai penyanyi ketika albumnya yang berjudul Telisik dirilis pada tahun 2014. Karya Danilla mempunyai ciri khas: vokal yang lembut serta alunan musik sendu yang akrab di telinga. Itu sebabnya penampilan Danilla selalu ditunggu-tunggu oleh para pendengar genre folk di Indonesia.

 
5. Silampukau

 

Foto: Youtube.

 

Silampukau merupakan duo asal Surabaya. Nama mereka melejit di belantika musik folk Indonesia setelah merilis album pertama bertajuk Dosa, Kota, & Kenangan tahun 2015. Dalam album ini Silampukau menangkap dinamika kehidupan kota asalnya, Surabaya. Lewat lagu-lagunya, Silampukau merekam perilaku masyarakat urban Surabaya lengkap dengan problematika sosial budayanya.

 
6. Sonjaya

 

Foto: Mr. Sonjaya Tumblr.

 

Pada awalnya Mr. Sonjaya tidak mengusung genre folk sebagai genre kanon, namun pada akhirnya folk menjadi pilihan mereka dlaam bermusik. Terbentuk pada 2009 ini telah menghasilkan 2 album. Pertama di tahun 2015 dengan tajuk Laras Sahaja, kemudian di tahun 2017 dengan tajuk Perjumpaan.