Yuk, Eksplorasi 3 Surga Tersembunyi di Baratnya Bandung Barat Ini!

Riswanto
Posted By Riswanto
04 Sep 2017
Yuk, Eksplorasi 3 Surga Tersembunyi di Baratnya Bandung Barat Ini!

Foto: Indonesia.tripcanvas.co.

 

Libur Idul Adha segera tiba. Apakah kamu sudah merencanakan akan menghabiskannya dengan kegiatan apa? Jika belum, kamu bisa coba mengunjungi tempat-tempat indah tersembunyi yang jarang orang tahu. Selain untuk mengisi liburan, kamu bisa menambah pengalaman seru mengeksplor daerah yang masih asri.

Nah, kali ini GudLak ID punya rekomendasi tempat dari baratnya Bandung yang sedang naik daun. Eits, meskipun sedang naik daun bukan berarti tempat ini ramai oleh pengunjung. Lokasi yang lumayan jauh dari jalur kendaraan—kamu harus tracking memasuki hutan—membuatnya jarang menjadi pilihan untuk berlibur. Penasaran? Simak informasinya di bawah ini, Kids!

Tiga Sanghyang: Sanghyang Tikoro, Sanghyang Poek, dan Sanghyang Heuleut; adalah destinasi wisata yang berada di kawasan PLTA Saguling, Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat. Letaknya yang berdekatan bisa kamu capai dalam satu perjalanan wisata. Jadi bisa lebih hemat, Kids.

 

Sebelum kamu memutuskan untuk ke tempat-tempat tersebut, kamu perlu memerhatikan cuaca dan musim. Hindari perjalanan si musim hujan karena aliran sungai akan sangat deras dan berbahaya. Berkunjunglah saat musim kemarau karena aliran sungai dan jalur menuju ke tempat-tempat tersebut lebih aman untuk dilalui. Selain alasan keamanan, keindahan alam yang ditawarkan akan lebih prima di saat musim kemarau.

 
1. Sanghyang Tikoro

 

Foto: Bintang.com.

 

Pertama, GudLak ID akan mengajakmu mengunjungi Sanghyang Tikoro. Sanghyang tikoro merupakan goa bawah tanah yang dialiri air dari sungai Citarum. Goa berkedalaman 165 meter ini memiliki kedalaman 1,5 meter saat kemarau. Letaknya yang sedikit tersembunyi, Sanghyang Tikoro tidak terlalu dikenal banyak wisatawan. Kamu bisa coba ke sini untuk berfoto, Kids.

 

Nama Sanghyang Tikoro berasal dari kepercayaan lokal yang mengatakan bahwa Sanghyang Tikoro adalah tenggorokan dewa. Tikoro sendiri berarti tenggorokan dalam bahasa Sunda. Kepercayaan lainnya menyebutkan, jika Sanghyang Tikoro tersumbat Bandung Raya akan tenggelam oleh air Sungai Citarum.

 
2. Sanghyang Poek

 

Foto: Kompasiana.

 

Sanghyang selanjutnya adalah Sanghyang Poek. Sama seperti Sanghyang Tikoro, Sanghyang Poek merupakan goa. Goa ini terbentuk dari karst yang mengalami pelarutan selama beribu-ribu tahun. Untuk sampai ke sini kamu harus tracking sekitar 1 Km dari PLTA Saguling. Nah, di sini kamu bisa memanfaatkan keindahan yang ditimbulkan oleh bebatuan raksasa dan aliran sungai kecil.

 

Nama Sanghyang Poek berasal dari suasana dalam goa yang gelap. Kata poek berarti gelap dalam bahasa Sunda. Tips dari GudLak ID, jika kamu ingin ke sini, datanglah saat kemarau saat aliran sungai tidak deras dan jangan lupa membawa alat penerangan jika kamu ingin masuk ke dalamnya.

 
3. Sanghyang Heuleut

 

Foto: Imgrum.com.

 

Selain Sanghyang Tikoro, terdapat Sanghyang lain yang bernama Sanghyang Heuleut. Sanghyang Heuleut adalah primadona dari 3 Sanghyang yang ada. Tempat ini berada tidak jauh dari Sanghyang Tikoro, sama-sama berada di Rajamandala dan dekat dengan PLTA Saguling. Sanghyang Heuleut sendiri adalah danau yang berada di tengah hutan, Kids. Jadi kamu perlu tracking agar sampai di tempat ini.

 

Warga sekitar percaya bahwa Sanghyang Heuleut merupakan danau yang sering dikunjungi para bidadari yang turun dari langit untuk mandi. Hal ini tercermin lewat nama Sanghyang Heuleut: sanghyang berarti dewa atau tempat yang suci, dan heuleut yang berarti selang antara dua waktu. Heuleut diambil untuk menggambarkan perbedaan waktu antara dunia manusia dan dunia tempat para bidadari eksis. Tentu ini hanya kepercayaan lokal ya, Kids. Jadi jangan berharap kamu akan menemukan bidadari sungguhan.

 

Karena letaknya di tengah hutan dan butuh berjalan kaki untuk mencapainya, kamu perlu menyewa pemandu arah. Supaya lebih murah, kamu bisa patungan dengan temanmu atau pengunjung lain. Atau kamu bisa ikut bergabung dengan pengunjung yang sudah mengenal medan Sanghyang Heuleut dengan baik.