Tumbuhkan Minat Baca dengan Membaca Buku-buku Ini

Riswanto
Posted By Riswanto
04 Sep 2017
Tumbuhkan Minat Baca dengan Membaca Buku-buku Ini

Foto: Rumahbacakomunitas.org.

 

Tahukah kamu pada 2014 Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca masyarakat? Hasil ini didapat berdasarkan survey yang dilakukan selama 11 tahun sejak 2003 sampai 2014 oleh Central Connecticut State University di New Britain. Bahan bacaan yang berlimpah tidak lantas membuat masyarakat Indonesia gemar membaca. Ini disebabkan distribusi bahan bacaan dan fasilitas seperti perpustakaan di daerah yang kurang.

 

Lalu bagaimana dengan masyarakat yang memiliki akses bahan bacaan yang terjangkau? Mungkin kamu salah satu orang yang punya akses mudah pada sumber bacaan tapi tidak memanfaatkannya secara maksimal. Entah karena tidak suka atau hanya sekadar malas membaca. Untuk menanggulangi hal tersebut, ada baiknya kamu menumbuhkan kembali minat baca. Caranya bagaimana? Kamu bisa coba membaca buku-buku berikut ini, Kids!

 
1. Serial Dilan

 

Foto: Institup.com.

 

Serial Dilan yang buku pertamanya sedang diadaptasi menjadi film, telah menjadi buah bibir di kalangan anak muda. Sesuatu yang ditawarkan serial ini memang jarang dimiliki oleh buku-buku pop remaja dan dewasa muda, yaitu: penceritaan yang ringan, menghindari melodrama berlebih, karakter unik, alur tidak biasa, dan yang pasti dunia remaja. Kelebihan-kelebihan inilah yang membuat orang yang biasanya tidak betah membaca, ketika dihadapkan dengan Serial Dilan bisa bertahan sampai halaman terakhir, bahkan sampai menunggu-nunggu buku selanjutnya. Nah, kamu yang belum bersahabat dengan buku bisa banget baca serial ini sebagai permulaan menumbuhkan minat baca, Kids.

 
2. Buku-buku Personal Literature

 

Foto: Goodreads.

 

Kira-kira sepuluh tahun terakhir ini dunia perbukuan Indonesia digebrak oleh terbitnya buku-buku yang diilhami kejadian sehari-hari. Pertama populer lewat buku pertama Raditya Dika berjudul Kambing Jantan, kini buku-buku serupa bisa dengan mudah ditemukan di etalase toko buku. Nah, untuk membedakan buku jenis ini dengan buku-buku lain, Raditya Dika membuat istilah khusus, Kids. Ia mengategorikan buku-buku yang sejenis dengan bukunya dengan sebutan Pelit, kependekan dari personal literature. Dari segi isi, Pelit jelas lebih ringan. Penggunaan bahasa sehari-hari yang tidak baku, cerita yang dekat dengan pembaca layaknya cerita sehari-hari, menjadi keunggulan yang dimiliki Pelit. Karena inilah ketika kamu membaca buku-buku Pelit, kamu seperti tidak sedang membaca buku. Sebaliknya, terkadang kamu seperti sedang bercerita mengenai pengalamanmu sendiri.

 
3. Perahu Kertas

 

Foto: Theclassof13.blogspot.co.id.

 

Dari semua buku karangan Dee Lestari, barangkali Perahu Kertas adalah buku yang paling ringan. Digawangi tokoh Kugy dan Keenan, Perahu Kertas akan membawa pembacanya pada kisah yang menarik. Karakter nyeleneh, alur yang ringan, gaya penceritaan a la novel remaja, dan pengemasan kisah cintanya cocok banget untuk menumbuhkan minat baca. Jumlah halaman yang tebal akan kamu habiskan tanpa terasa, Kids.

 
4. Komik Nonfiksi

 

Foto: Kumparan.com.

 

Untuk sebagian orang, membaca buku serius seperti buku teori adalah hal sulit. Untuk itu, mereka menghindari buku-buku sejenis dan lebih banyak mengonsumsi buku fiksi. Jika kamu golongan ini, kamu bisa coba menangani masalah ini dengan membaca buku nonfiksi yang dikemas dalam bentuk komik. Penggunaan ilustrasi akan memudahkanmu menyerap pengetahuan yang dimuat dalam buku. Contoh buku nonfiksi yang dikemas dalam bentuk komik salah satunya Feminisme untuk Pemula dari Marisa Rueda. Kamu bisa mencari buku serupa untuk membiasakan diri pada buku-buku nonfiksi, Kids.

 
5. Buku-buku Anak

 

Foto: Eci-pec.rs.

 

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama-nama besar seperti Grimm Bersaudara atau Enyd Blyton. Cerita mereka setidaknya pernah kamu baca atau dengar saat kecil, kan. Nah, untuk menumbuhkan minat baca, kamu bisa bernostalgia dengan membaca ulang karya-karya dari penulis yang mengkhususkan dirinya pada sastra anak. Keunggulan membaca sastra anak bagi pembaca pemula adalah ilustrasi yang disisipkan dalam cerita. Hal ini sedikit demi sedikit akan melatihmu untuk terbiasa dengan teks tanpa gambar, Kids.