Bahasa Inggris Bukan Lagi Halangan untuk Kuliah di Luar Negeri

Tim Gud Lak ID
Posted By Tim Gud Lak ID
12 Jun 2015
Bahasa Inggris Bukan Lagi Halangan untuk Kuliah di Luar Negeri

Punya mimpi ingin kuliah di luar negeri? Tetapi bingung dengan kemampuan berbahasa? Tidak perlu berkecil hati!

Percaya atau tidak, untuk ke luar negeri tidak melulu harus mahir berbahasa Inggris. Ada pengecualian dalam hidup jika kerja kerasmu menemukan sebuah kesempatan. GudLak ID akan memberikan cerita pengalaman dari dua tokoh nasional di Indonesia yang mengaku kuliah di luar negeri, namun tidak mahir berbahasa Inggris.

Rhenald Kasali

Ketika diundang menjadi salah satu tamu di acara talk show, Rhenald Kasali mengakui bahwa pencapaian gelar master dan doktor yang Ia raih di Amerika, diawali dengan tidak mahir berbahasa Inggris. Ia sempat memaksa diri untuk belajar bahasa inggris di Indonesia selama beberapa bulan, ternyata Ia masih saja menemukan kesulitan. Akhirnya Ia nekad untuk belajar ke Amerika dan belajar langsung ketika sesampainya di Amerika. Hal tersebut sukses dilakukannya dengan menamatkan pendidikannya menjadi yang terbaik pada saat itu.

Yang kedua merupakan pakar fisika di Indonesia yang berhasil membawa Indonesia diberbagai ajang kompetisi, Ia adalah;

Yohanes Surya


Dia hanya memiliki TOEFL 415 saat mengajukan beasiswa ke Amerika Serikat. Dia telah mendapatkan rekomendasi dari professor yang membimbingnya di Jakarta untuk mendapatkan beasiswa di negeri Paman Sam tersebut. Namun pada kenyataanya, bicara berbahasa Inggris pun sulit. Ia gagal untuk mendaftar di universitas yang direncanakan dan terus mencari universitas yang mau menerimanya dengan keadaan berbahasa yang belum fasih.

Yohannes Surya pada akhirnya diterima di College of William and Marry, Virginia dan lulus dengan IPK 4.00

Hebat bukan?

Jadi jika punya impian namun seakan terhambat dengan bahasa, tetap fokus untuk berusaha dan tidak lagi putus asa. GudLak Kids!